Lelah
Dengan penuh semangat dIMAs menuju kampus tercinta setelah menikmati indahnya libur lebaran. Namun, Bête adalah kata-kata yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam ketika sang dosen cantik bertutur tentang tugas yang telah beliau berikan. Tugas tersebut adalah membawa buku berbahasa Inggris. Sebenarnya dIMAs tahu akan tugas itu, namun itu adalah tugas sebelum lebaran. Dan ternyata buku itu masih dipakai sampai hari itu. Bersama beberapa teman yang bernasib sama, kami diberi waktu 20 menit untuk mencari buku yang dimaksud. Lari tunggang langganglah kami menuju perpustakaan yang jaraknya lumayan. Eeee sesampainya di sana, Si perpustakaan masih enggan membalikkan tulisan “TUTUP” yang tertempel di pintunya. Salah satu dari kami memberanikan diri untuk masuk. Akhirnya sang perpustakan sudi membuka pintu megahnya. Dengan cepat kamipun berhasil mendapatkan buku yang dimaksud. Untuk kedua kalinya kami berlari secepat yang kami mampu untuk mengejar waktu yang kian menjepit menuju gedung tingkat 5. Sesampainya di kelas yang masih tetap sejuk namun suasana hati kami sedang puanas, kami langsung mengerjakan tugas yang telah diberikan dan mengumpulkannya meski belum semua pertanyaan terjawab. Semoga kejadian ini bermanfaat bagi kami dan juga semoga kejadian ini adalah untuk yang terakhir kalinya menimpa kami. Semangat Cuk!!
Merdeka!!!
Tak terasa sudah 63 tahun Indonesia merdeka. Kebayang seandainya Indonesia belum merdeka, ga mungkin kita bisa menikmati hidup ini dengan tenang. Pasti kita sekarang sedang memegang bambu runcing dan selalu siap siaga akan kedatangan musuh sewaktu-waktu. Maka dari itu kita harus berterima kasih dan selalu mendo’akan orang-orang yang memperjuangkan Indonesia dari penjajahan sampai titik darah penghabisan. Mari kita bersama-sama membangun Indonesia agar menjadi negara yang (semakin) maju (dalam hal positif tentunya) dan mampu bersaing dalam era globalisasi yang semakin gila ini. Merdeka Indonesia-ku!!!
Happy Birthday dIMAs
Untuk kesekian kalinya Cobra gank meneruskan tradisi memberi surprise pada anggotanya yang berulang tahun. Sore itu tgl. 17 Juli Dimas memutuskan pulang ke kampung halaman naik Mutiara Selatan. Di dalam kereta Mutiara Selatan, Dimas dikejutkan oleh getaran HaPe-nya. Ternyata yang nelpon adalah Rubben memberitahukan bahwa anak-anak udah nungguin di stasiun. Dimas bilang kalo keretanya udah berangkat. Betapa kecewanya mereka karena rencana gagal total. Namun kereta yang Dimas tumpangi ternyata cuma ganti gerbong. Dan suara sumringah terdengar lantang disuarakan mereka. Di dalam gerbong yang masih kosong itu mereka memberi Dimas kejutan. Mereka memberikan beberapa hadiah yang sungguh di luar perkiraan. Sebuah ciput (tutup kepala buat rambut gimbal) yang sudah lama hilang telah kembali dan juga memberikan sepasang sandal lucu berbentuk kodok. Tak mau kalah ama anak yang laen, Rayza Rubben (anggota paling cantik) memberikanku hadiah yang aneh banget. Segepok uang palsu yang bergambar Dragon Ball dan juga replika makanan imitasi. Well, usaha kalian berhasil Man. Terima kasih banyak buat kejutan dan hadiahnya, semoga bermanfaat dan semoga persahabatan kita tetap awet kita bawa sampai akhir hayat. Tunggu pembalasanku yang lebih gila lagi.