dunia ajeb-ajeb
Juni 9, 2008 at 7:27 am 1 komentar
Nasi + mie dok-dok + es teh manis membuka malam pertamaQ di jogja bersama Aje, mas Dilla, dan mas Agung. Selesai makan dan bercengkerama, kami meluncur ke kost-an mas Indra. Tanpa mamberitahukanku sebelumnya dan tak bertanya tentang tujuan kami selanjutnya setelah transit di kost-an mas Indra. Jam 23.00 kami tiba di Liquid, salah satu diskotik terkemuka di kota Gudeg. Aku ga tahu mau berbuat apa lagi selain ikut masuk. Terlihat olehku cewek-cewek berparas indah nan cantik yang (….). Kami langsung mencari tempat di pojok kanan panggung. Kami memesan kentang goreng & sebotol minuman berkadar alkohol 23% yang entah apa namanya ga tahu. Mas Dilla menuangkan minuman itu ke beberapa gelas dan menimbangnya. Saat menyodorkan gelas itu ke arahku, aku langsung menolaknya. Merekapun menerima bahwa aku adalah orang yang anti minum. Aku hanya bisa duduk terdiam di tempat itu sambil (sangat terpaksa) menikmati musik yang membuatQ pusing. Pukul 03.30 kami keluar dari Liquid. Suasana di luar masih sangat sepi, yang ada hanya orang yang saling mengumpat, orang yang muntah, dan orang yang berdebat ingin berantem. Aku hanya bisa bertanya pada diri sendiri, inikah kehidupan anak muda di kota yang katanya kota pelajar? Masih pantaskah Jogja menyandang gelar kota pelajar? Apakah orang tua mereka mengijinkan anaknya berada di tempat tersebut, apalagi cewek? Untuk apa mengeluarkan uang banyak hanya demi melakukan perbuatan ini? Semoga pengalaman pertama ini sekaligus menjadi yang terakhir.
Entry filed under: Experiences. Tags: .
1 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
galihyonk | Juli 3, 2008 pada 6:58 am
makane dolan wae neng Suroboyo….
kuto terpanas se-Indonesia…
haHAha,,,