Kesempatan Langka yang Terbuang Sia-sia
Hari ini berangkat kuliah dengan ketergesa-gesaan karena pengen buru-buru nyontek tugas mata kuliah Statistik yang belum dikerjain. Menyusuri jalanan yang mulai dipenuhi asap kendaraan, mendaki gedung FPBS menuju lantai empat tempat nyontek tugas. Setibanya di ruangan kuliah, ternyata belum ada satupun batang hidung dari teman-teman yang nongol. Menunggulah dIMAs di depan kelas sambil duduk bersandar pada dinding. Tanpa sengaja mengarahkan pandangan ke kiri, terlihat sosok perempuan berjalan memasuki kelas yang terletak di ujung ruangan. Perempuan itu tak lain dan tak bukan adalah mahasiswi jurusan bahasa Inggris angkatan 2008 yang sejak semester ini hanya bisa dIMAs amati saja. Tak lama menunggu, sosok perempuan itu keluar dan menuju balkon lantai 4, sendirian. Akhirnya kesempatan yang telah lama dinanti datang juga. Tanpa pikir panjang dIMAs langsung menyusulnya, wuuuzzzz. Namun apa yang terjadi, dIMAs hanya bisa curi-curi pandang melirik wajahnya yang membuat nyali semakin mengecil. Tak tahu apa lagi yang harus dilakukan, hanya bisa mengintip polah tingkahnya. Ingin sekali mengulurkan tangan dan mengajaknya berkenalan. Namun kadar keberanian dIMAs amatlah kecil. Sialnya, dia beranjak pergi setelah melakukan ritual minum jamu (kelihatannya sih gitu) dan makan surabi, meninggalkan dIMAs sendiri yang masih terpaku akan pesonanya. Oh Tuhan, betapa bodohnya hamba-Mu ini yang tak bisa memanfaatkan kesempatan emas ini semaksimal mungkin. Hiks hiks. Hanya PENYESALAN yang tersisa. Banyak orang bilang bahwa kesempatan hanya datang satu kali. Tapi dIMAs yakin kesempatan itu akan datang untuk yang kedua kalinya, cepat atau lambat. Sekarang hanya bisa menunggu, berharap, berdo’a untuk kesempatan itu datang kembali secepatnya dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Riding on your wheel
We’re going to go home
But there’s a problem with your wheel
We didn’t know how to solve
Today the city is so hot
Oh, the sun is burning’ our soul
I’m tired
Do you tire? Yes, I’m tired
We’re tired
Tired, tired, and tired, fiuhh
In the middle of our trip
Our sweat has running out
Find out a place to take a sit
To wetting our throat
19 December ’08 at IP (Indah Plaza), Bandung
When Hasan’s motorcycle break down
Entah setan apa yang dahulu menggerogoti otakku
Memunculkan indahnya dirimu di imajinasi nakalku
Belenggu nafsu mengawali cintaku padamu
Kini tulus cintaku telah menghapus nafsu itu
1,5 tahun berlalu tanpa saling bertemu
Setelah kejadian hari minggu di puri megahmu
Melalui lembut suara dan manis senyummu
Polos tatap matamu serta ucapan halusmu
Semakin dalam tertancap dirimu di benakku
24 jam yang lalu
Kau pergi ke tempatmu menuntut ilmu
Meninggalkan bisa yang membuatku layu dan rindu
Jarak yang memisahkan terlalu jauh
Sampai kapan ku harus menunggu?
‘tuk bisa lagi bertemu denganmu
Dan menancapkanmu semakin dalam di hatiku
Hey Permataku, semoga kau juga begitu
